Wednesday, May 23, 2007

Think Globally, Act Locally

THINK GLOBALLY,

ACT LOCALLY


Kemajuan suatu hal adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan oleh semua orang. Apakah itu dalam hal pekerjaan di kantornya, kemajuan suatu bisnis untuk mencapai profit yang semakin menguntungkan, kemajuan bagi mahasiswa aatu pelajar untuk semakin menjadi pintar dan cerdas, juga kemajuan di bidang dan hal-hal lainnya.

Indonesia baru saja merayakan hari Kebangkitan Nasional yang ke-99, tepatnya dirayakan di setiap tanggal 20 Mei 2007 yang lalu. Tepatnya, 99 tahun yang lalu, atau tanggal 20 Mei 1928. beberapa mahasiswa, alah satunya adalah Dr. Soetomo yang juga akhirnya menjadi penggagas pertama Kebangkitan Indonesia, mengutarakan suatu keinginan dihadapan rekan-rekan sesama mahasiswa pada waktu itu, yang mana mereka sangat ingin agar Negara Indonesia menjadi lebih maju lagi dan tidak semakin terpuruk dengan adanya penjajahan Belanda, yang sangat menyengsarakan masyarakat Indonesia pada waktu itu. Mereka sangat memikirkan seluruh harkat dan martabat bangsa Indonesia yang buruk dan banyaknya ketidakadilan yang dialami masyarakat Indonesia pada masa pendudukan penjajah dan juga masa pemimpinan daerah yang banyak menyengsarakan rakyat kecil.

Akhirnya, para pemuda tersebut mencanangkan suatu perubahan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia agar dapat keluar dari kesengsaraan dan penindasan, dan agar masyarakat agar dapat hidup lebih makmur dan sejahtera lagi.

Tidak terlepas dari kejadian 99 tahun silam, bangsa ini pun dimasa sekarang harusnya masih memikirkan akan keadilan dan mendahulukan akan keadilan akan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat kecil yang masih kita dapat temui disekitar kita sekarang ini.

Arti kebangkitan itu bisa luas artinya, tergantung buat yang bisa menterjemahkannya ke hal apa dulu. Termasuk juga kebangkitan di dalam hal perfilman Indonesia yang di masa sekarang ini, bisa dibilang dan bahkan banyak uang bilang kalo Perfilman Indonesia sudah mengalami kebangkitan dari keterpurukan dan yang selama ini sekitar 6 atau 7 tahun kebelakang mengalami kelesuan akan produksi film di tanah air.

Kebangkitan film Indonesia bisa dibilang dimulai kembali dengan hadirnya film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tahun 2001 silam. Setelah itu, hadir banyak yang mengikuti jejak film produksi Rumah Produksi Miles Productions miliknya Mbak Mira Lesmana. Semisal, film Arisan, Jelangkung dan masih banyak lagi. Dan akhirnya, di pertengahan tahun 2007 ini, sudah banyak film Indonesia yang diproduksi. Mulai dari tema percintaan, horror (yang selalu dan masih mendominasi), komedi, drama remaja abg (yang juga masih mendominasi) dan tema lainnya yang sebenarnya masih jauh ketinggalan dengan Negara lain. Tapi setidaknya, kita sudah patut bangga akan produksi dalam negeri yang notabene menjadi asset juga buat bangsa kita dan patut dibanggakan lagi, ada beberapa dari film Indonesia tersebut yang biasa saja di negeri sendiri, tapi nyatanya mendapat berbagai penghargaan perfilman di Negara orang.


My think, kebangkitan film Indonesia itu justru ditandani bukan dengan maraknya film-film dengan genre Horor damn perciontaan anak abg yang selalu mendominasi di semua bioskop Indonesia. Bayangin aja, dalam satu bulan, bisa ada 2-3 film horror keluar dalam bulan yang sama dan waktunya bersamaan. Ini maksudnya saingan untuk dapetin profit lebih banyak atau hanya sekedar pengen sensasi aja? Kan sebenernya kalo emang tujuannya pengen dapetin penonton lebih banyak, mereka harusnya bisa membaca, kapan film ini atau itu rilis, agar waktunya ga bentrok. Malah rugi sendiri nantinya, kan! Harusnya produser Indonesia bisa lebih pintar lagi untuk mencari celah dan timing yang tepat untuk masa edar film-nya. Misalnya pas liburan sekolah, liburan Lebaran, liburan Natal atau akhir tahun, atau masa dimana emang pas untuk keluarin film tersebut.

Indonesia mengalami kebangkitan perfilman jutsru menurut saya bukan dengan maraknya film horror atau drama cinta abg. Tapi kalo boleh saya bilang, jutsru dengan keluarnya film-film seperti Arisan, Berbagi Suami, Janji Joni, 9 Naga, Gie, Naga Bonar jadi 2, Badai Pasti berlalu, KALA dan Denias, Senandung Diatas Awan. Film-film diatas menurut saya sudah mewakili akan suatu kebangkitan Perfilman Indonesia di masa sekarang. Harus di ciptakan kembali film-film bermutu dengan ide-ide kreatif lainnya yang menjujung tinggi akan nilai originalitas atau kata lain, bukan film LATAH, yang hanya mencari popularitas aja. Kenapa saya bilang film latah, karena udah kebukti, banyak banget film horror dan drama cinta abg yang apa lagi kalo saya bilang, bukan dibilang film latah!

By the way, kita patut berterima kasih juga sama film Jelangkung. Karena film Jelangkung, sekarang ini banyak yang akhirnya mengikuti jejaknya untuk membuat film horror (Oh no…!). kenapa ga ada yang ngikutin jejaknya film Gie, Arisan!, Long Road To Heaven, KALA dan Berbagi Suami, yah…?

Maka dari itu, Dunia Film Indonesia sekarang ini harus sudah saatnya untuk bisa membuktikan diri, kalau ga hanya film latah aja yang bisa diandalkan untuk dipromosikan. Tapi nilai kreatifitas dan originalitas harus juga diutamakan. It’s time to Think Globally, but we Act Locally.

Andaikan Indonesia sudah bisa seperti Amerika. Industri Perfilman di Amerika adalah asset yang patut dibanggakan, karena menjadi penunjang devisa Negara dan ekonomi negara urutan ke-2. Dan Industri perfilman di Amerika merupakan lahan pekerjaan yang menjajikan dan sangat diidam-idamkan oleh semua masyarakat Amerika dan dari belahan negara manapun juga, yang memang mempunyai kemampuan untuk bekerja di dunia film. Makanya ga heran, seorang Tom Cruise yang ga pernah beres di sekolahnya tapi menjadi tokoh panutan kebanyakan orang dan actor yang paling banyak penggemarnya mulai dari anak abg sampe ibu-ibu rumah tangga. Siapa sih yang ga mau punya mantu sekeren Tom Cruise?



1st Movie

Indonesian 1st Movie

Film cerita pertama Indonesia adalah Loetoeng Kasaroeng (1926). Masih bisu. Legenda Jawa Barat itu difilmkan ulang, Lutung Kasarung (1952) yang sudah bicara dan Lutung Kasarung (1983) yang telah berwarna. Pembicaraan ihwal ketiga film itu harus mencantumkan tahun produksi agar jelas film mana yang dimaksud. Hal serupa bisa dikatakan dengan Si Pitoeng (1931) yang sudah bicara dan Si Pitung (1970) yang telah berwarna.

Jadi, tak bisa diterapkan anjuran Salomo Simanungkalit di pojok ini dua minggu lalu bahwa ”kita tulis sejalan dengan ejaan yang berlaku” dalam kolomnya: Soeharto atau Suharto?

Loetoeng Kasaroeng produksi 1926 dan Lutung Kasarung keluaran 1952 dan 1983 telah diabadikan dalam buku Katalog Film Indonesia 1926-1995 terbitan Grafiasri Mukti (1995) maupun Katalog Film Indonesia 1926-2005 terbitan Nalar (2005). Kedua buku itu karya wartawan Kompas JB Kristanto.

Contoh lain adalah film pertama Indonesia yang terpilih sebagai film terbaik internasional. Karya Asrul Sani yang memenangi Festival Film Asia (Pasifik) pada 1970 itu tetap saja ditulis sebagai Apa Jang Kau Tjari, Palupi? Jadi, Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan yang berlaku mulai 17 Agustus 1972 itu tak laku di dunia film karena judul film harus ditulis sesuai dengan ejaan yang berlaku saat film itu dibikin. Jadi, bukan Apa Yang Kau Cari, Palupi?

Film Indonesia pertama yang laris adalah Terang Boelan (1937), yang juga melahirkan pasangan romantis pertama, Roekiah-Rd Mochtar. Biar ceritanya berbeda, film dengan judul yang sama terbit pula pada tahun 1950. Judul itu, Terang Bulan, menerapkan Ejaan Suwandi yang antara lain mengubah oe jadi u mulai tahun 1947. Namun, dalam buku film yang digarap JB Kristanto itu, pendukung Terang Boelan adalah Roekiah, bukan Rukiah.

Selain Loetoeng Kasaroeng/ Lutung Kasarung dan Si Pitoeng/Si Pitung, juga bisa dikatakan tentang Boenga Roos dari Tjikembang (1931) yang dibikin ulang pada 1974, Bunga Roos dari Cikembang. Atau Airmata Iboe (1941) yang muncul lagi pada 1957, Airmata Ibu. Biar ceritanya tak sama, ada Si Pintjang (1951) dan Si Pincang (1979).

Jalan pikiran semacam itu seakan dipegang oleh Sjuman Djaya (1933-1985), sutradara yang menyadur novel Aman ke film Si Doel Anak Betawi (1973) dan kemudian menyambungkannya ke Si Doel Anak Modern (1976). Mempertahankan Si Doel bukan cuma mengenang saat ”lahir” tokoh anak Betawi itu pada 1930-an, tapi sekaligus menjadi merek dagang Betawi ”tempo doeloe” maupun ke-Betawi-an secara umum.

Hal terakhir itu dilanjutkan oleh Rano Karno yang naik daun sebagai bintang cilik sejak Si Doel Anak Betawi (1973). Dia hampir hilang pada 1990-an, tapi terangkat lagi lewat sinetron Si Doel Anak Sekolahan mulai 1994. Si Doel merupakan ”harta” bagi Rano yang coba mengangkat diri kembali melalui Si Doel Anak Gedongan mulai Oktober 2005 ini.

Kenapa Si Doel, bukan Si Dul? Rasanya malah kacau bila kita tidak mengikuti keinginan Rano ”Si Doel” Karno. Apa pendapat Anda tentang judul-judul film masa lampau? Coba simak: Rampok Preanger (1929), kenapa bukan Priangan? Juga Ouw Peh Tjoa (1934) dengan penjelasan Doea Siloeman Oeler Poeti en Item dan sambungannya, Anaknja Siloeman Oeler Poeti (1936).

Boleh saja ada penganjur untuk menulis Suharto, bukan Soeharto. Namun, di dunia film cuma ada Roekiah—bukan Rukiah—yang membikin penonton film di masa sebelum kemerdekaan tergila-gila kepadanya melalui film Terang Boelan (1937), Fatima (1938), Gagak Item (1939), Roekihati (1940), Koeda Sembrani (1941), dan lain-lain.


The Pirates

Story Of The Pirates



Pirates Of The Caribbean (POTC) Seri pertama yaitu The Curse Of The Black Pearl dan dilanjutin dengan seri keduanya, yaitu Dead Man’s Chest yang berhasil dapetin Oscar di gelaran Academy Award ke-79 baru-baru ini di Los Angeles, Amerika Serikat udah berhasi membuat kita jadi semakin penasaran dengan sequel berikutnya, yaitu At World’s End, yang akan Worldwide Premiere tanggal 25 Mei 2007 mendatang dan di Indonesia kalo ga meleset dan mulur, akan duluan muter, yaitu kisaran tanggal 23 atau 24 Mei 2007. Semakin ga sabar banget saya untuk buru2 nonton kehebatan macem apa lagi dari segi cerita kelanjutan dari seri yang ke-2 dan juga, sehebat apa lagi Special Effect yang dipake di seri yang ke-3 ini dan apakah berhak akan dapetin Oscar lagi di gelaran Academy Award ke-80 tahun depan…? Kita lihat aja nanti, ok!

Nama dan istilah Pirates Of The Caribbean mungkin udah ga asing lagi buat semua Movie Freak di belahan dunia manapun juga. Salah satu film Franchise paling laris dimasa sekarang ini yang juga merupakan film dengan penuh adegan adu pedang atau istilah lazimnya Swashbuckling, ledakan dari bubuk mesiu dan lontaran peluru bundar dari meriam kapal, dan adegan seru lainnya yang pastinya juga ga lepas dari yang namanya bantuan Special Effect CGI yang super keren. Bagi yang pernah ngunjungin dan berlibur ke Disneyland di California, mungkin juga ga akan asing dengan wahana Pirates Of the Caribbean yang menjadi tujuan utama turis dan pengunjung kalo ke Disneyland, juga yang di Paris dan Tokyo.

Disini saya ga akan ngebahas yang namanya Review atau bahkan Preview tentang Pirates Of The Caribbean di kedua seri yang udah keluar atau di seri ke-3nya, tapi saya hanya akan sedikit berbagi tentang segala hal asal muasalnya yang namanya “Bajak Laut” atau kita biasa sebut dengan istilah lain, yaitu “Si Perompak”. Dan mungkin ini juga akan jadi pengetahuan tambahan buat yang siap-siap mau nonton sequel berikutnya, yang masa syuting untuk POTC sequel ke-4 pun udah selesai digarap dan sedang dalam masa editing dan akan mempersiapkan masa promosinya tahun depan. Dan ini saya harepin akan jadi suatu pemanasan buat yang para Movie Freaks dan khususnya para pecinta film ini.



Istilah Pirates sering banget sebenernya dikonotasikan jelek oeh berbagai orang. Tetapi entah kenapa, di film-nya, tokoh Perompak ini diperankan sebagai tokoh jagoan, orang yang romantis, kocak namun tidak lepas Dari statusnya sebagai bajak laut tentunya. Asal muasal Bajak Laut itu sendiri mulai ada pada abad ke-17. Namun, menurut sejarah kuno, Bajak laut sudah ada sejak abad ke-3, yaitu munculnya Bajak Laut asal Yunani Kuno dan Romawi Kuno (pernah dengar yang namanya The Viking, The Sea People dan The Saxon…? Jadi inget film

Pathfinder, yah!) Kala itu, keadaan kapal dan segala perlengkapannya masih bemum memadai. Kenapa para Bajak Laut itu kebanyakan suka mencuri dan merampas hasil bumi dan juga kapal-kapal lain yang berpapasan ketika sedang berlayar? Hal itu mereka lakukan karena dilihat dengan kondisi yang mengkhawatirkan pada zaman itu. Mereka sangat sulit untuk mendapatkan bahan makanan, dan hal itu pula yang membuat mereka menjadi hidup bebas dan memilih untuk hidup dari merampas hak dari orang dan kapal lain. Juga ditunjang dengan tidak adanya hokum yang berlaku dalam hal pelayaran, maka mereka pun tidak segan-segan untuk membunuh, menyiksa bahkan membantai seluruh awak kapal lain selain tentunya merampas semua barang dan harta bendanya.

Bajak laut itu ada 2 versi. Yang pertama “Privateer” atau para pelaut yang sudah mendapat ijin dan legalisasi dari pemerintahan setempat untuk berperang, menyerang dan melucuti kapal lain yang notabene dapat dikategorikan kapal musuh. Kedua adalah “Bucaneer”, yang berarti Bajak laut yang terkenal akan kekejaman dan kebrutalan. Dilautan masa itu pun, para Privateer dan Bucaneer sering berpapasan dan akhirnya saling berperang dan merampas dan membantai.



Pernah dengar nama Flying Dutchman…?

Dia adalah suatu Legenda nama Kapal Laut Hantu dari Bajak Laut terkenal yang berasal dari Belanda pada kisaran abad ke-17 dan dipimpin oleh seorang Kapten Belanda bernama Bernard Fokke atau Kapten Ramhout van Dam atau juga Kapten Hendrik van der Decken, dan kapal tersebut mengarungi lautan dunia untuk menemukan jalan pulang kembali ke negaranya dengan mengarungi 7 lautan samudra namun tidak pernah ada kabar kalau kapalnya sampai ke negara asalnya. Diceritakan, kalau Flying Dutchman pernah mengarungi seluruh samudra di muka bumi (katanya, termasuk juga sempat melewati lautan Indonesia pada waktu itu) dengan kecepatan yang ga masuk akal, luar biasa cepat, bahkan ada berita menyebutkan kalau dia itu dibantu oleh para setan dan iblis untuk mengarungi lautan dan samudra.

Udah banyak saksi yang melihat kalo mereka sudah pernh berpapasan dengan Flying Dutchman ketika berlayar. Pengalaman tersebut sudah ada sejak tahun 1920-an sampai pada masa Perang Dunia Ke-2, kisaran tahun 1944-an.


Berikut adalah nama-nama para Kapten bajak Laut yang terkenal dan di-record dalam sejarah dunia.

  1. Francis L’ollonais – asal Prancis dan terkenal paling kejam juga sangat ditakuti karena sering menyembelih para korbannya.

  2. Great Escape – asal Portuguese, pernah ditangkap namun berhasi kabur daripenjara dengan menggunakan gentong besar sebagai perahu. Doi ga bisa berenang soalnya!

  3. Reluctant Star – Dia terpaksa menjadi Bajak Laut karena sebagai tindakan balas dendam setelah kapalnya dirompak oleh Bajak laut lain.

  4. Not So Bad Pirate – asal Inggris dan salah satu Bajak Laut terkejam dan tersadis juga. Tindakannya ga jauh beda dengan Francis L’ollonais, menyembelih korbannya dan memakannya setelah dimasak seperti layaknya daging sapi atau ayam.

  5. Sir Henry Morgan – asal Inggris dan tidak begitu kejam namun juga suka membantu

    negaranya berperang melawan penjajah.

  6. Mysterious Monster – asal daratan Amerika ini gosipnya pernah memiliki 14 istri.

  7. Captain Kidd – asal Scotlandia ini terpaka menjadi perompak karena tekanan dari para awak yang ganas.

  8. Barber Pirate – asal Hong Kong yang profesi sebelumnya sebagai tukang cukur, namun

    setelah bergabung dengan armada bajak laut, dia dengan mudahnya mendapat posisi sebagai Kapten.

  9. Dashing Naval Hero – asal Amerika ini sebenarnya bukan Bajak Laut, tapi Komandan Angkatan Laut Amerika.

  10. Jean Lafitte - asal Amerika dan sebenarnya dia juga bukan bajak laut, tapi hanya seorang pemimpin peneludupan budak dan barang-barang illegal.

  11. Pirate With Parrot – tokoh bajak laut ini sering dikisahkan dalam novel, film, drama, teater dll, dengan penampilan bermata dan berkaki satu ditemani seekor burung kakak tua yang cerewet.

  12. Captain Hook – Tokoh fiksi bajak laut yang terkenal karena berperang dengan Peter Pan ini diilhami dari bajak laut asli bernama Captain Edward Hook.

  13. Mary Read – asal Inggris dan merupakan bajak laut wanita pemberani yang sering berperang membela pasukan Angkatan Laut dan darat Inggris dan terkenal lebih berani dibandingkan bajak laut pria.

  14. Anne Bonny – asal Inggris dan juga bajak laut wanita yang akhirnya bersahabat dengan Mary Read dan sama-sama pernah berhasil kabur dari hukuman mati. Juga sama-sama menyamar sebagai pria dengan berpakaian dan bertingkah laku layaknya pria walau akhirnya ketahuan juga dan ditangkap.

  15. Ching Shih - asal dataran China dan paling ditakuti di seluruh lautan dan perairan China.



Sekarang tinggal nunggu tanggal 23 Mei aja, yah! Kira-kira gambaran dari berbagai macem dan karakter dari Bajak Laut yang diatas, ada ga kira-kira yang sama atau setidaknya ga beda jauh dengan Captain Jack Sparrow, atau bahkan beda jauh?

Selamat nonton filmnya, yah…!


TTM



TTM = TEMAN TAPI MAKSA




Masih inget pasti di kepala kita, beberapa tahun kebelakang negara kita selalu ribut dengan yang namanya KKN alias Korupsi, Kolusi & Nepotisme. Dan di masa sekarang ini kita masih aja diributin dan karena masih ada aja sisa-sisa yang menjurus ke arah KKN. Baik itu di Instansi Pemerintahan maupun di lembaga swasta, (buat yang kerasa kesinggung, maaf-maaf aja, yah… Lagipula kan itu urusan buat yang tersinggung, berarti ngerasa!) Hihihi…

Yang aku ga habis pikir, kenapa yang namanya KKN itu selaluuuu aja masih ada di negara tercinta ini, yah? Apa karena itu udah mendarah daging di semua diri dan jiwa masyarakat kita sejak dahulu kala? Kalo dah gini, kita mau nyalahin siapa? Apa kita bisa nyalahin pemerintahan yang lalu, yang notabene dah kebukti kalo KKN itu pernah ada dan terjadi di negara kita. Bahkan pejabat dan petinggui yang dulunya terkait dengan KKN pun, sekarang ini masih dalam pengusutan walo ada sebagian yang dah ketangkep dan menginap dengan nyaman di Hotel Prodeo. Enyaaak… Enyaaak…

My think, Indonesia sampe kapanpun ga akan lepas dari yang namanya KKN. Bukan hanya di dunia pemerintahan aja, tapi menurut saya di segala bidang dan jenis usaha. Contohnya gini. Kita punya tetangga yang kerja di salah satu Hypermarket terkenal dengan posisi Manager. Lalu ada salah satu temannya yang Tanya, “kira-kira ada ga kerjasan buat gue disana…?” Lalu demi melihat kasiah karena temannya pengangguran, dia lalu menanyakan ke perusahan tempatnya bekerja, apa masih ada lowongan untk posisi apapun juga (misalnya, Office Boy alias Pembantu Umum), ternyata ada dan akhirnya teman tetangga saya itu bisa bekerja disana demi menghidupi keluarga dan dapur tetap ngebul. Apa ini bisa disebut karena unsure kasihan dan kepedulian ama orang lain atau ada bumbu-bumbu KKN?

Pernah kan ngalamin kejadian yag mungkin ga jauh beda dengan contoh diatas tadi?

Sekarang ini saya ga akan ngomongin masalah KKN di pemerintahan dan negara, soale nanti malah saya lagi yang menginap di Hotel Prodeo. Capeee deeeh!

Yang mau saya omongin disini, tentang KKN yang masih ada aja di dunia perfilman Indonesia. Tapi entah apa namanya dan apapun istilahnya, kalo saya ngelihatnya itu ga jauh maknanya dengan KKN. Tapi kapasitas saya disini bukan untuk menyudutkan film dan produser Film Indonesia. Hanya sangat disayangkan kalo itu emang ada.

Kalo kamu perhatiin lebih detail lagi, kenapa film Indonesia yang sudah beredar dalam decade ini masih aja didominasi dengan bintang-bintang film yang kayaknya itu-itu aja. Jujur, aku bosen aja litany. Emang sih, kalo itu udah yang namanya rejeki mereka emang ga apa-apa. Juga apa karena secara kebetulan aja, factor Casting yang dilakuin sama produser dan sutradaranya akan di ekspose sedangkan proses didalamnya kan kita sebagai penonton ga tau. Apa ada suatu negosiasi khusus…?

Saya hanya ngerasa aneh aja, kok kalo di Indonesia ini, kalo ada satu artis bintang film yang lagi naek daun, aka terus aja dia dipake dimana. Emang sih, factor marketing juga mendukung disini. Tapi sekarang gini, kalo aku perhatiin, ada satu perusahaan film Indonesia yang udah banyak memproduksi film berkualitas di Indonesia tapi kenapa disemua film-filmnya selalu ada persamaan. Persamaannya adalah, pasti akan ada artis yang pernah maen di film perusahaan film yang sama dan maen lagi difim-nya yang baru. Apa ini juga disebut factor kebetulan, Casting yang kebetulan perannya pas, factor teman dan karena sudah kenal lama atau KKN…?

Trus ada lagi yang namanya Indra Birowo. Kenapa setiap Tora Sudiro maen film, pasti ada si Indra Birowo ini, kayak di Ekpedisi Madew, The Bijis dan terakhir Naga Bonar jadi 2. Juga kalo dilihat dari perusahaan film-nya, kalo saya perhatiin, kayak masih ada (sedikit )factor KKN atau apapun istilahnya itu. Contoh, peusahaan film yang punya ngaran Kalyana Shira Films di semua filmnya pasti ga jauh dengan bintang-bintang yang itu-itu aja, Jajang C. Nur, Ria Irawan, Tora Sudiro, Indra Birowo dan Alvin Adam. Menurut saya, apa ga ada artis laen yang apa, yah? Trus, mereka maen difilm itu Karena factor apa, yah! Kalian coba cerna sendiri aja.

Indonesia punya sangat banyak orang berbakat yang justru masih ada dan pantas untuk dapetin peran-peran yang baik juga (bukan berarti meraka-meraka yang sudah maen film di PH yang sama itu buruk, lho!). Hal ini juga agar kitanya ga bosen kalo artisnya itu-itu melulu apalagi kali di produksi dari PH yang sama pula. Kan kalo begini caranya, ketahuan banget kalo mereka buat film hanya karena dasar “Sudah kenal lama” atau “Biar ga susah, pake aja si anu, dia kan dah biasa maen di PH kita. Bla… Bla… Bla…”

Sampe kapan kalo negara kita terbebas dari KKN, kalo untuk urusan maen film aja masih ada factor seperti itunya. Kapan kita maju kalo ga dicontohin yang baik buat semuanya.

Friday, May 4, 2007

My Best Spot

My Best Spot






Tiap orang punya kesempatan untuk menyukai apa yang dia sukai tanpa ada suatu paksaan dari pihak manapun. Kesukaan itu juga bisa disebut juga hobi. Yang namanya kalo udah hobi, mungkin segala cara akan dia lakuin untuk bisa dapetin yang dia suka. Baik dari segi materi, waktu, tenaga dan segala macemnya. Misal, suka dan hobi sama oleh raga basket, maka dia kan seneng dan koleksi dengan segala yang berbau basket. Misalnya mulai dari kostum pemain bsket NBA, bola basket, dikamarnya dikasih ring basket juga yang secara dia juga emang hobi olah raga basket. Ga usah jauh-jauh deh. Kalo bicara hobi, gw semng ada suatu hobi sama sesuatu hal. Ada 3 hal yang menjadi favorit gw.





Pertama, gw hobi koleksi merchandise-nya Hard Rock Cafe mulai dari topi, t'hirt sampe pins yang sekarang jumlahnya dah lumayan banyak. Kedua, gw sangat hobi dan fans berat dengan yang namanya Anggun. Ketiga, gw amat suka dengan Superman. Sampe dikamar gw aja ada 2 poster Superman Returns, beberapa merchandise Superman termasuk t'shirt dan DVD originalnya, hehehe...





Untuk hal yang ga jauh dari dunia film, ada juga yang gw suka. Gw punya kesukaan, kalo nonton film itu kudu pas ditengah-tengah. Ga mau dipinggir, didepan banget, dibelakang banget apalagi kalo udah di ujung paling belakang banget, males banget dan mending nonton di jam pertunjukkan berikutnya aja deh! Kenapa gw suka banget dapet posisi ditengah, karena dengan begitu gw bisa menikmati film yang gw tonton dengan sangat puas. Baik puas dari segi gambar yang jelas, sound yang gw denger pun akan kerasa pas baik dari depan, belakang, kiri dan kanan. Kalo perlu juga dari atas dan bawah, hihihi...
Dan hal serupa juga gw lakuin untuk nonton film Spiderman 3, yang baru aja gw tonton di BlitzMegaplex PVJ Bandung tanggal 4 Mei ini.




Ga sabar. Itulah komen pertama dari gw begitu tau kalo Spiderman 3 bakal rilis bulan Mei ini, tepatnya tanggal 4 Mei 2007, tapi, Thanks God, Indonesia bisa muterin filmnya duluan dari jadwal yang seharusnya, rilis tanggal 2 Mei 2007. Gw pgn buktiin aja kehebatan cerita, scene, animasi, dan segala macemnya di film termahal setelah Superman Returns ini.
Dari akhir bulan april kemaren, tepatnya tanggal 30 April, gw dah langsung booking tiket nonton di BlitzMegaplex PVJ Bandung lewat temen gw yang kerja disana, untuk nonton tanggal 4 Mei, sorean setelah balik gawe. Dikarenakan gw emang baru bisa nonton tanggal segitu. Akhirnya, gw minta kursi di baris favorit gw kalo nonton di BlitzMegaplex. Yaitu kalo ga di baris H, I, J atau K dan khusus di nomer 13. Itu udah spot paling gw suka karena pas tengah banget. Jadi bisa puas melototin filmnya tanpa sakit leher atau pinggang misalnya, hehehe... Akhirnya gw bisa dengan puas nonton Spiderman 3, pertunjukkan jam 5 Sore, di baris J 13. Ternyata nomer 13 bukan angka sial buat gw kalo di BlitzMegaplex. Selain itu film yang gw tonton pun adalah film yang mengutamakan kejelian akan segala detail, baik dari segi adegan yang rata-rata bertempo cepat, apalagi adegan waktu Spidey adu kekuatan sama di Harry di udara, trus lagi adegan Spidey dan Harry berkolaborasi berperang melawan The Black and Evil Spiderman sama The Sand Man. That was spectacular scene, anyway!





Nonton di BlitzMegaplex emang bikin gw puas banget. Udah layarnya gede banget, kualitas sound system-nya juga bikin gw orgasme alias puas, lah! Dan kursinya ga bikin gw pegel atau sakit pinggang. Justru lebih baik kursi dengan bentuk yang begitu yang gw suka. Hal serupa untuk dapetin The Best Spot nonton film di BlitzMegaplex juga akan gw lakuin untuk film Pirates Of The Caribbean : At World's End, Harry Potter : The Order Of The Phoenix, Fantastic Four : The Rise Of The Silver Surfer, Die Hard 4.0, Shrek The Third, Zodiac, Transformers, The Number 23, Grindhouse, The National Treasure 2, Dreamgirls, Ocean's Thirteen, Evan Almighty, Ratatouille dan film-film keren lainnya yang banyak banget.



Wednesday, May 2, 2007

The Silver Surfer

THE SILVER SURFER



Satu lagi, film yang diambil atas dasar komik produksi Marvel akan segera rilis di seluruh dunia, tepatnya tanggal 15 Juni mendatang. Udah banyak banget film-film yang diangkat dari cerita komik Marvel. Mulai dari sang fenomeal Spiderman, The Punisher, The X-Men, Catwoman, Hulk, Constantine, Ghost Rider sampe Sin City. Ada beberapa yang sukses besar, namun ada juga dari film-film tersebut yang melempem dipasaran, baik domestik Amerika maupun juga worlwide. Dan udah pasti, film yang rilis bulan Juni ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua penggemar komik Marvel, apalagi para penggemar tokoh Hero dari The Fantastic Four. Bulan Juni ini, kita akan bisa menikmati kembali kehebatan dari 4 tokoh heroic dari




Akan ada kisah menarik dan spektakuler apa lagi di sequel-nya yang kedua ini, yah...?



Sebagai sedikit pemanasan aja dulu, mungkin bagi yang belum tau, siapa dan apa sih Fantastic Four itu...? Fantastic Four adalah 4 Pahlawan Dunia yang merupakan juga suatu kisah fiksi Marvel, dimana masing-masing dari mereka berempat memiliki kekuatan yang bisa dibilang super istimewa. Mereka asal mausalnya kenapa memiliki kekuatan yang istimewa, dikarenakan terkena radiasi kosmik pada saat mereka melakukan perjalanan ke luar angkasa. Akibat dari radiasi tersebut, keseluruh awak pesawat angkasanya menjadi memiliki perubahan dalam molekul tubuh mereka. Seperti Reed Richards yang merupakan pemimpin dari misi angkasa luar ini mampu membuat tubuhnya menjadi melar seperti karet, lalu ada juga Susan Storm, dia adalah asisten dari Reed, dan mampu menghilangkan tubuhnya dan segala benda yang dia kehendaki. Sang adik dari Susan Storm, yang bernama Johnny Storm, dalam misi ini dia seorang pilot pesawat, juga memiliki kekuatan istimewa. Dia dapat mengeluarkan api dari tubuhnya dan dapat terbang layaknya burung dara dengan kekuatan super tentunya. Terakhir, adalah Benjamin Grimm, dia adalah seorang pilot senior mengalami perubahan bentuk tubuh berupa berbentuk batu dan mempunyai kekuatan serta ketahanan fisik yang spektakuler.




Dalam sequel-nya yang sekarang ini, The Fantastic Four akan menghadapi musuh barunya. Dan dalam seri komiknya, sebenarnya sang musuh barunya ini adalah juga salah satu tokoh superhero yang dibuatkan komiknya oleh Marvel. Namun seperti juga dalam film-nya nanti, tokoh musuh baru ini pernah juga ada di komik The Fantastic Four, tepatnya pada edisi nomor 48, keluaran bulan Maret tahun 1966. dan pada edisi tersebut merupakan pertama kalinya penampilan dari si The Silver Surfer. Sang musuh yang akan menjadi tokoh favorit baru, adalah The Silver Surfer. Nah, Silver Surfer inilah yang akan menjadi musuh baru di film The Fantastic Four, The Rise Of The Silver Surfer. Yang mana, The Fantastic Four ternyata baru menyadari, bahwa ada kekuatan lain di jagat raya ini, yang datangnya dari angkasa luar, dan kekuatan itu sangatlah besar, sehingga, wajar kalau keempat pahlawan Tha Fantastic Four agak kewalahan.


Sebenarnya siapa sih, The Silver Surfer itu...?
The Silver Surfer sebenarnya mempunyai nama asli, yaitu Norrin Radd. Dia berasal dari Planet Zenn-La. Misi dia dateng ke Bumi sebenarnya hanyalah ingin menghancurkan seluruh isi bumi, yang mana atas perintas dan perjanjian dengan sang penguasa angkasa luar, yang merupakan monster raksasa sangat jahat, karena pemakan planet, yang namanya Galactus. Dan Galactus juga akan menghancurkan Planet Zenn-La. Si Norrin Radd alias The Silver Surfer ini adalah salah satu karya fiksi superhero dari Marvel yang yang ditulis oleh Stan Lee dan Jack Kirby.


Silver Surfer merupakan seorang astronot dari Planet Zenn-La yang diperintahkan oleh penguasa Galactus, dengan perjanjian, Galactus tidak boleh memakan Planet Zenn-La asal, dia mau melakukan sesuatu hal. Galactus membuat perintah untuk menhancurkan bumi sebagai tawar menawarnya. Padahal, Silver Surfer mempunyai niat lain, kenapa dia tidak ingin Planet-nya dihancurkan Galcatus karena tidak ingin kehilangan keluarganya serta planet-nya dan juga kekasihnya yang bernama Shalla-Bal. Maka dari itu, dia diperintahkan untuk menhancurkan bumi agar planet Zenn-La tidak hancur. Untuk itulah, dia harus berhadapan dan bertempur dengan The Fantastic Four, yang merupakan pahlawan dan menjaga bumi agar tidak hancur.
The Silver Sulver ini terbuat dari bahan yang murni perak, dan selalu membawa papan luncur yang juga berwarna dan berbahan perak sebagai kendaraannya menjelajahi langit dan angkasa luar dan dapat menembus segala media, baik itu media dari bahan metal, air, api, batu bahkan makhluk hidup sekalipun. Namun dalam cerita komiknya, Silver Surfer akhirnya menghianati perintah sang Galactus tersebut. Dan ingin menguasai bumi untuk menjadi superhero. Padahal, Galactus lah yang telah membuat Norrin Radd berubah menjadi The Silver Surfer dengan melakukan perubahan kekuatan kosmik. Akhirnya, Norrin Radd tidak dapat kembali berwujud manusia dan juga tidak dapat kembali ke Planet-nya dan kekasihnya, sampai akhirnya dia datang ke bumi.


The Silver Surfer itu adalah makhluk yang ga pernah kenal dengan yang namanya makanan, minuman, udara bahkan tidak tidur. Dia dapat terbang dan hidup sampai titik angkasa luar terjauh sekalipun tanpa menggunakan alat bantu udara atau alat bantu pengaman untuk terbang lainnya, tetapi hanya menggunakan papan luncurnya aja. Dia dapat bertahan di segala temperatur, baik panas dan dingin, juga segala macam radiasi yang membahayakan sekalipun, serta dia dapat memanipulasi segala macam energi tingkat tinggi dan melawan gravitasi. Dan jangan salah, dia pun dapat mengidentifikasi akan segala kejadian jauh sebelum itu terjadi dan membaca pikiran orang lain, terutama manusia di bumi, juga dapat memprediksi kejadian sebelum dan sesudah baik itu terjadi di masa lampau dan masa akan datang, dan dapat mempengaruhi manusia untuk melakukan sesuatu hal (serem juga, yah!).



The Silver Surfer pun akhirnya dibuatkan seri komiknya untuk pertama kali oleh Marvel pada akhir tahun 1960an. Tepatnya tahun 1968, yang mana menampilkan tokoh The Silver Surfer sebagai superhero Dengan berbagai cerita heroik, yang sampai sekarang pun, sudah mendapat atensi dan mempunyai banyak penggemar di seluruh dunia. Bahkan sudah ada suatu lembaga Fans Clubs untuk para penggemar berat The Silver Surfer, yang juga udah banyak merchandise berbau The Silver Surfer. The Silver Surfer akan menjadi tokoh Icon Hero baru setelah Spiderman, yang selama ini kita belum mengetahuinya lebih jauh. The Silver Surfer pun pernah difilm-kan sebagai salah satu tokoh hero film seri TV di Amerika pada tahun 1998. Bahkan, pada tahun 1970 pun, dalam salah satu komik The Silver Surfer, dia pernah diceritakan bertempur melawan Spiderman di edisi tahun 1970.


Sekarang, tinggal kita nikmatin aja film terbaru The Fantastic Four, The Rise Of The Silver Surfer mulai tanggal 15 Juni mendatang. Apa kehadiran The Silver Surfer ini bisa membuat seluruh dunia dan fans The Silver Surfer tercengang? Atau bahkan membuat suatu koloni baru buat penggemar The Silver Surfer?

Saturday, April 28, 2007

Inspiring Moments

Inspiring Moments


Baru putus cinta? Atau bahkan baru jadian setelah 2 bulan jalan dan akhirnya sang bujang menyatakan cintanya ke teman sejatinya…? Banyak cara dilakukan untuk bisa menyatakan cintanya buat orang yang kita idam-idamkan buat dijadikan pasangan. Ada yang lakuin dengan bikin surprise candle light dinner, kasih bunga mawar merah plus sebuah bingkisan indah yang isinya coklat dan permen import nan lezat serta boneka lucu bentuk piggy warna pink atau boneka sapi yang lucu, atau dengan cara nembak langsung ke orangnya di depan lapangan upacara yang pagi itu emang lagi dilaksanain upacara bendera setiap senin dan otomatif disaksikan langsung sama sang Kepala Sekolah, para guru dan teman-teman sesekolahan (kok kayak acara reality show di TV swasta, yah!). Atau ada juga mungkin cara-cara unik lainnya untuk menyatakan cinta. Ide bisa dateng dari mana aja dan kapan aja.

Cara kita untuk menyatakan cinta itu bisa macem caranya dan mungkin cara itu didapet dengan dapet inspirasi dari seseorang atau pernah ngalamin sesuatu kejadian yang akhirnya dijadiin konsep untuk suatu hari dia nyatain cinta. Bicara yang namanya inspirasi, bisa kita dapet dari mana-mana. Ga hanya urusan cinta aja, tapi kejadian dan hal-hal apapun juga disekitar kita. Juga kejadian di film yang udah kita tonton pun akan jadi inspirasi buat kita untuk ngelakuin apapun. Bisa dibilang agar kita ga ketinggalan jaman, ikut korban mode, ngikutin trendsetter, biar dibilang gaul dan sebagainya.



Trendsetter. Apa sih yang namanya trendsetter itu? Sama ga sih kalo itu dikategorikan juga karena atas dasar adanya inspirasi? Terserah aja sih, gimana kita bisa mempersepsikan kemana dan apa itu artinya, yah!

Jujur aja, gw sendiri pun sempet ngalamin yang namanya trendsetter mass itu. Dibilang terinspirasi… ga tau juga, yah! Soalnya beberapa teman gw pun ngalamin hal yang sama. Mungkin juga pernah dialami sama semua lelaki ga di seluruh penjuru Indonesia, tapi juga di negara lain. Masih inget film SPEED, yang diperanin sama Keanu Reeves dan Sandra Bullock. Apa coba yang terjadi setelah filmnya itu keluar dan ditonton jutaan pasang mata? Penampilan si Mas Nunu dengan potongan rambut pendek ala tentara itu yang akhirnya membius para lelaki untuk ikutan memotong rambutnya ala Mas Nunu. Yang akhirnya, yang tadinya ada beberapa lelaki yang malu-malu untuk tampil botak karena terbiasa dengan rambut gondrong atau BT alias belah tengah, pada saat itu dengan PD yang cukup kuat (atau dikuat-kuatin) untuk menjadi korban mode dari film Speed. Apa yang terjadi kemudian? Banyak tukang cukur atau barber shop yang akhirnya ketiban rejeki lumayan pada saat itu, sampe ada yang masang posternya si Mas Nunu di tempatnya buat dijadiin role model picture, buat pelanggan lelaki yang mau
di cukur. “Mau model apa, mas…? Mau potong gaya Speed…?” Hihihi…



Yang perempuannya pun ga ketinggalan. Demi Moore yang tampil bagus waktu di film GHOST tahun 1990 pun menjadi inspirasi buat para perempuan di seluruh dunia, kalo perempuan tampil dengan potongan rambut pendek ala lelaki pun masih pantas. Sampe ada istilah yang sekarang udah jarang gw denger, KDM alias Korban Demi Moore. mungkin duunya ada yang pernah ngalamin, ga?


Trendsetter biasanya pertama dilakuin dengan penuh percaya diri kuat oleh si pemerannya di film. Mereka sadar ga, yah! Kalo apa yang mereka lakuin itu akhirnya diikutin oleh semua orang? Setelah film The Fast and The Furious tahun 2001 yang udah dibikin sequelnya yang ke 2 dan 3, Tokyo Drift pun banyak menginspirasi orang-orang di dunia yang ingin mobilnya untuk di cat warna-warna ga jelas dengan berbagai ornamen warna ga jelas juga, yang pastinya dibikin senyentrik mungkin, bahkan ada yang ikut-ikutan dikasih lampu warna-warni di bawah mobilnya biar tambah seru dan nyentrik.




Ada juga. Setelah nonton filmnya Bring It On, yang nyeritain tentang Team Cheerleaders di sekolah SMU di Amerika itu, akhirnya itu bisa mengispirasi anak-anak abg perempuan di Indonesia untuk bisa masuk jadi anggota Cheerleaders di sekolahnya.





Atau bagi yang tadinya ga suka dengan memelihara ikan dalam aquarium, setelah nonton film Finding Nemo, akhirnya terinspirasi untuk memelihara ikan dalam aquarium, tertama ikan laut sejenis Clown Fish itu. Kalo temen gw, ada yang lagi hamil 2 tahun lalu dan ngidam pengen nonton film Spiderman, akhirnya begitu anaknya lahir dan kebetulan anaknya cowok, di kasih nama Marvel, (Hihihi… dikirain bakal di namain Spiderman juga!).



Ada yang terispirasi karena nonton filmnya Runaway Bride atau My Best Friend’s Wedding…? Atau mungkin terispirasi setelah nonton film Mrs. Doubtfire dan Tootsie…?